Yogyakarta, 14 Oktober 2026 — Majelis Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kotagede dan GKJ Brayat Kinasih Yogyakarta mengadakan kegiatan studi tiru sebagai upaya memperkuat pengembangan organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan gereja. Pertemuan ini menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, serta praktik baik dalam mengelola pelayanan gerejawi yang relevan dengan kebutuhan jemaat dan perkembangan zaman.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus Majelis Pekerja Harian (MPH) dan pendeta dari kedua gereja. Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan, masing-masing gereja menyampaikan paparan mengenai program pelayanan, pendekatan pengelolaan organisasi, serta landasan yang menjadi arah pelaksanaan pelayanan gereja.
Dalam paparannya, GKJ Kotagede menyampaikan model layanan organisasi gereja dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi dipandang sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas tata kelola organisasi, mendukung administrasi gereja, memperlancar komunikasi, serta mempermudah akses informasi dan layanan bagi jemaat. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu gereja menjalankan pelayanan secara lebih tertata, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual yang menjadi dasar kehidupan bergereja.
Sementara itu, GKJ Brayat Kinasih menyampaikan pentingnya membangun pelayanan yang berakar pada visi, misi, dan budaya pelayanan gereja. Visi dan misi tidak hanya menjadi pernyataan formal organisasi, tetapi harus menjadi landasan dalam menyusun program, menentukan kegiatan, serta membentuk sikap dan perilaku seluruh pelayan gereja. Budaya pelayanan yang kuat menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap program dan kegiatan memiliki arah yang jelas, dilaksanakan dengan semangat kebersamaan, serta mencerminkan nilai-nilai Kristiani.
Kedua paparan tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi. Pemanfaatan teknologi dapat menjadi sarana untuk mendukung tata kelola dan pelaksanaan pelayanan, sedangkan visi, misi, dan budaya pelayanan memberikan arah serta nilai yang mendasari setiap langkah organisasi gereja.
Melalui kegiatan studi tiru ini, kedua gereja diharapkan dapat saling belajar dan mengembangkan praktik pelayanan yang sesuai dengan konteks serta kebutuhan masing-masing. Pertemuan ini juga menegaskan bahwa pengembangan gereja tidak hanya berkaitan dengan pembaruan sistem dan tata kelola, tetapi juga dengan penguatan spiritualitas, kesatuan visi, serta budaya pelayanan yang berorientasi pada pertumbuhan iman dan kesejahteraan jemaat.
Studi tiru ini menjadi salah satu langkah untuk membangun semangat kolaborasi antargereja. Dengan saling berbagi pengalaman dan belajar dari praktik baik, GKJ Kotagede dan GKJ Brayat Kinasih diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan yang relevan, tertata, dan bermakna bagi jemaat maupun masyarakat.Teknologi menjadi sarana, visi dan misi menjadi arah, serta budaya pelayanan menjadi kekuatan untuk menghadirkan pelayanan gereja yang bertumbuh dan berdampak(*st)