Upah Pemberitaan Injil

1 Korintus 9: 16-23

“Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah”

Kalimat Rasul Paulus ini sungguh dalam maknanya, bagaimana mungkin seseorang memiliki cinta yang luar biasa, sehingga segala hal dia lakukan untuk Tuhannya dengan segenap hati, pikiran dan tenaganya.

Dalam keseharian kegiatan pelayanan kita, terkadang kita berpikir,apakah upahnya bagiku.
Upah, adalah sesuatu yang sangat layak dipikirkan seseorang yang bekerja bagi orang lain atau untuk perusahaan tertentu, karena dia sudah berusaha memenuhi kewajibannya, dan sesuai waktunya dia akan menuntut upah haknya. Bila upah yang diberikan tidak sesuai atau terlambat, maka dia akan menuntut atau mempertanyakan hak nya tersebut.

Tapi melayani Tuhan dan menjadikan diri hamba bagi setiap orang seperti Rasul Paulus, apakah itu pekerjaan atau pengabdian?  pelayanan kita pada Tuhan adalah wujud rasa kasih kita pada Tuhan, bagaimana dengan upahnya ?….  upahnya sudah dibayar lunas oleh Tuhan Yesus di kayu salib, bahkan sebelum tuntas pelayanan kita kerjakan.

Bila kita masih merasa pelayanan kita adalah pengabdian dan bukan pelayanan pekerjaan pemberitaan injil, maka sepanjang pelayanan kita, upah itu masih kita pikirkan, akhirnya rasa lelah dan kesulitan yang kita alami akan kita pandang sebagai beban pelayanan pemberitaan injil.

Baiklah kita berpikir seperti Rasul Paulus, segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *