Pegang Teguh Pengharapanmu pada Kristus

Ibrani 6:9-20

Bukanlah hal yang mudah untuk menerima berbagai rintangan selama menjadi pengikut Kristus. Apalagi ketika seseorang belum lama menjadi pengikut Kristus. Adakalanya ia kemudian membandingkan dengan kehidupannya sebelum menjadi pengikut Kristus. Tidak sedikit di antara mereka kemudian kembali kepada keyakinannya semula.

Kondisi yang serupa hampir terjadi dialami oleh pengikut Kristus generasi kedua yang tersebar di wilayah Italia. Dalam kehidupan mereka sebagai pengikut Kristus, mereka mengalami banyak penderitaan (Ibrani 10:32-34). Mereka dijadikan sebagai tontonan dengan menerima berbagai cercaan. Tidak sedikit di antara mereka yang hartanya dirampas. Hanya mereka berusaha menjaga iman pengharapan mereka di dalam Kristus.

Hal ini dibuktikan mereka dengan:
1. Memiliki keteguhan hati bahwa Yesus adalah sumber keselamatan mereka. Hal inilah yang dipandang oleh Paulus sebagai sesuatu yang lebih baik (Ibrani 5:9). Karena umat pengikut Kristus generasi kedua ini menyadari betul tentang siapa Yesus dalam kehidupan iman mereka. Bagi keyakinan mereka, Yesus sebagai imam besar yang telah dipilih oleh Allah, Yesus adalah imam besar yang turut merasakan kelemahan-kelemahan yang ada pada pengikut-Nya (Ibrani 4:15). Yesus berdiri bersama dengan umat-Nya yang mengalami penderitaan. Sikap Yesus inilah menunjukkan bahwa Yesus adalah pribadi yang berempati kepada umat-Nya. Dan semuanya itu dilakukan-Nya untuk membuktikan betapa besar cinta dan kepedulian-Nya untuk kehidupan baru umat-Nya.

2. Memilki ketekunan dalam pelayanan kepada Yesus melalui sesama mereka (Ibrani 5:10). Meskipun mereka kehilangan harta benda mereka selama menjadi pengikut Kristus, mereka tidak pernah berhenti untuk berbagi kepada siapapun yang membutuhkan. Disinilah mereka bisa membuktikan bahwa dalam keterbatasan dan kesulitan hidup, mereka tetap bisa memberikan yang terbaik yang bisa mereka berikan. Dan usaha yang mereka lakukan ini, dimata Paulus tidak akan menjadi sia-sia. Allah melihat apa yang sudah mereka usahakan dan lakukan. Karenanya, Paulus mengatakan bahwa Allah adalah Allah yang adil. Sebagai Allah yang adil, Allah akan tetap memperhitungkan segala kesungguhan hati yang telah ditunjukan oleh generasi kedua pengikut Kristus di wilayah Italia ini. Allah akan tetap memelihara kehidupan mereka (Ibrani 10:36).

Saat ini kita menghadapi salah satu kehidupan terberat dengan adanya penyebaran COVID-19, namun mari kita belajar dari kisah ini. Kita semakin menjadikan pengharapan kita dalam iman kepada Kristus sebagai sesuatu yang pasti. Dengan tidak melepas Kristus dalam menghadapi penderitaan yang terberat sekalipun di kehidupan kita. Tetap teguh dalam iman kepada Yesus sebagai satu-satunya sumber keselamatan dan tekun dalam pelayanan meskipun kekurangan. Di sisi lain, meski penuh keterbatasan dan kesulitan, bukan menjadi alasan bagi kita untuk tetap mau berbagi dan saling peduli

Doa

  1. Pemerintah terutama Presiden Joko Widodo supaya mampu membawa bangsa kita keluar dari krisis
  2. Paramedis agar selalu diberikan kekuatan, kesehatan & semangat untuk melayani setiap pasien

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *