Menuju Kedewasaan Iman

1 Korintus 3:1-9

Adanya keprihatinan dari Paulus kepada jemaat Korintus yang masih belum bertumbuh, bahkan terjadi perpecahan di antara jemaat. Saat awal membimbing jemaat, Paulus masih memberikan susu, namun ternyata dalam perkembangannya Paulus melihat bahwa jemaat Korintus masih belum siap diberikan makanan keras dan masih perlu diberikan susu.

Walaupun sudah menerima Kristus, pada kenyataannya jemaat Korintus masih belum melepaskan kehidupan yang lama atau kehidupan duniawi, sehingga menyebabkan jemaat tidak bisa bertumbuh. Iri hati dan perselisihan, membanding-bandingkan antar golongan Apolos, Kefas, Paulus dan Kristus adalah bukti dari jemaat Korintus masih dalam kehidupan yang lama sebagai manusia duniawi.

Manusia dewasa adalah manusia yang siap diberikan makanan keras, yang mempunyai panca indera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat (Gal 5:14). Kerajinan dalam membaca Firman Tuhan seharusnya diiringi juga dalam mengubah pikiran, sikap dan tindakan yang lama. Tentunya tidak saling menjelekkan orang lain, memusuhi orang yang tidak sependapat, merasa lebih benar, dan prilaku negatif lainnya namun justru diubah untuk mengasihi dan menolong orang lain tanpa membedakan orang.

Dalam kecintaan kita untuk membaca Firman Tuhan, marilah diikuti juga dengan perubahan  hidup kita, sehingga pada akhirnya kita mampu mencapai kedewasaan seperti Kristus seperti dalam Efesus 4:13 yang demikian: “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *