Keberpihakan Yesus pada yang dipinggirkan


YOHANES 4: 5-42

Rendah diri seringkali menjadikan seseorang merasa tidak layak untuk bertemu dengan orang lain. Perasaaan ini dapat disebabkan karena rasa bersalah, malu, tidak mampu, atau karena berdosa. Hal inilah yang dialami oleh perempuan Samaria, yang merasa hina dan berdosa. Ia lebih memilih  mendatangi sumur Yakub pada tengah hari,  setelah semua penduduk desa  selesai menggunakan sumur itu (Yoh 4:6).  Ia tidak ingin terlihat dan bertemu dengan orang-orang lain.

Yesus, yang mengetahui perasaan wanita Samaria itu, dengan sengaja duduk di pinggir sumur dan menunggu kedatangannya. Bahkan, Yesus meminta minum kepada perempuan Samaria, yang dianggap tidak layak dan penuh dosa (Yoh 4:7).

Peristiwa ini membuat perempuan Samaria itu terkejut karena orang Yahudi seharusnya tidak bergaul dengan orang Samaria ( Yoh 4:9). Bahkan ternyata Yesus juga memberikan pengajaran, bukan lagi tentang  air hidup, yang akan menjadi mata air dalam dirinya dan memancar pada hidup yang kekal (Yoh 4:14). Yesus juga mengajarkannya mengenai Roh Kudus dan pembaptisan; selain itu Yesus mengatakan kepadanya bahwa Ia adalah Mesias (Yoh 4:26).

Perbuatan Yesus dengan menyapa, mendatangi, mengajar serta memberikan pertobatan kepada wanita Samaria, telah membuat banyak orang Samaria percaya kepada-Nya karena kesaksian perkataan wanita itu (Yoh 4:39).  Semua perlakuan Yesus kepada perempuan Samaria menjadi refleksi bagi kita, untuk tidak perlu takut datang ke hadapan Allah, sebab Allah tetap mengasihi kita, meskipun kita penuh dosa  (Rm 5:8).

Hidup  kita mungkin tidak dihormati orang, atau bahkan kita sendirilah yang menganggap tidak berguna, kita masih mempunyai harapan untuk menjadi orang yang berharga sesuai rancangan-Nya (Yer 29:11) dan dilimpahi rakhmat dan kasih-Nya yang besar bagi kita (Ef 2:4).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *