Corona Bikin Merana

Corona,
Asalmu dari Wuhan, Cina
muasalmu itu memang tidak penting dan tiada guna
Ketika hidupku menapaki pagi, yang penting panggilanNya adalah bekerja dan mengeluarkan buah-buah yang berguna
Tetapi kamu yang datang bagaikan tamu tanpa diundang 
buah simala-kama tiada guna kamu bawa, semesta porak poranda dan merana.   
Corona,
Engkau kecil namun luar biasa, kau jelajahi jagat raya dengan perkasa
dunia terpana penuh iba
Manusia diciptakan Tuhan dengan baik mulia
tetapi memang hanya debu lemah dengan keterbatasannya
mereka merana tanpa daya,
balutan kegelisahan, kepanikan, kecemasan, ketakutan, dan keprihatinan tiada tara dirasakannya
terpapar dan terkapar korban  tidak berdosa
ratusan ribu bahkan lebih jumlahnya, nadi jiwa mereka meronta-ronta dalam sakit dan derita
mereka yang tidak kuasa menggenggam nyawa
harus pergi ke alam baka dalam panggilanNya
Corona,
Tanpa ijin siapapun kamu mendunia, memporak porandakan dan mengharu birukan manusia
Yang Mahakuasa pasti  juga tidak memberi  ijin
karyaNya agung mulia, rancanganNya bukanlah rancangan kece-lakaan tetapi rancangan damai sejahtera.
Corona,
Petaka dan nestapa sudah kau bawa, banyak hati yang remuk redam di mana-mana
Manusia berbuat salah, “bertobatlah” itulah sabdaNya
Kau bersalah juga “bertobatlah”
jangan bikin ulah semaunya
dunia dan manusia tidak mau merana
yang didambakan bukan kepedihan dan derita
damai sejahtera menjadi asa
Corona,
pergilah jauh-jauh, jangan lagi ke semesta, agar manusia mengangkat ibu jari setinggi-tingginya
bersukacita dengan ceria, warna warni gegap gempita
mengangkasa di penjuru jagat raya
umatNya memuliakan NamaNya dan bersyukur kepadaNya . 

                                                                                                                Yogyakarta, 25 Maret 2020
                                                                                                                 Pendeta Purwanto rahmad, S.Th.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *