Berjumpa denganNya menentramkanku

Yohanes 20:19-31

Adalah mudah bagi kita untuk membalas kebaikan dengan kebaikan dan kejahatan dengan kejahatan, inilah kecenderungan manusia pada umumnya: “gigi ganti gigi, mata ganti mata.”  Sebaliknya Firman Tuhan justru mengajarkan kita  untuk sebisa mungkin hidup dalam perdamaian.  Sebagaimana yang telah Tuhan Yesus teladankan bagi kita semua,  “Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.” (I Yoh 2:2).

Masih dalam sukacita perayaan Hari Paska, merayakan sukacita dan kegembiraan akan Kebangkitan Tuhan Yesus, yang membuka mata hati kita, akan keselamatan yang datang dari Allah.  Sukacita KebangkitanNya   dirasakan pula oleh murid murid Tuhan Yesus kala itu, di dalam Yohanes 20:19-31.   Dan saat ini, makna KebangkitanNya membawa damai dan sukacita bagi kita umatNya,  walaupun kita secara pribadi tidak mengalami perjumpaan langsung dengan Tuhan Yesus, seperti yang dialami oleh para murid saat itu,  namun kita percaya dan beriman kepadaNya.  “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Yohanes 20:29b  sebagai bukti iman kita kepada Tuhan Yesus.

Ketika kita umatNya yang berdosa ini telah diperdamaikan dengan Allah, maka sepatutnyalah kita hidup dalam perdamaian dengan sesama.   “Sungguh,  alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara saudara diam bersama dengan rukun.” Mazmur 133:1

Tuhan tidak pernah mengajarkan bahwa kita hanya boleh mengasihi orang-orang yang seiman dengan kita.  Dia juga tidak meminta kita hanya mengasihi orang-orang yang juga mengasihi kita, bahkan kita harus tetap mengasihi musuh/orang yang membenci kita, inilah damai sejahtera yang dapat kita bawa kepada sesama kita, di manapun Tuhan tempatkan kita, sebagai bentuk ungkapan syukur kita akan karya keselamatan Allah, yang membawa damai sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *