Categories: Gembala Menyapa

Bagaimana Masa Pra Paska Dihayati Jemaat?

Salah satu tanda pertobatan paling mendasar adalah usaha untuk menahan diri. Sebagai simbol dan wujud menahan diri, maka pada masa Pra Paska orang berpuasa dan/ atau berpantang (puasa dan pantang akan dituliskan dalam Artikel tersendiri).

Tema Pra Paska: Kemenangan Untuk Kehidupan, mengajak kita semua untuk mempersaksikan iman kita kepada dunia. Iman Kristen adalah iman yang pro kehidupan. Kisah Paska menjadi salah satu buktinya. Lewat kebangkitan, Yesus nampaklah bahwa bukan penderitaan dan salib yang menjadi puncak iman Kristen. Penderitaan dan salib adalah bukti cinta kasih yang menjadi tanda semangat kehidupan. Sebagai persekutuan yang menghidupi iman pada kebangkitan, orang-orang kristen dan gereja Tuhan turut dipanggil menghidupi budaya kehidupan kini dan di sini.

Paska, kebangkitan Kristus juga menjadi seruan bagi pengikut Yesus untuk mengikut jejak-Nya. Yesus yang dibangkitkan menunjukkan bahwa Ia yang hidup menghendaki para murid untuk memperjuangkan kehidupan. Perspektif ini terlihat dengan pernyataan Lukas, “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati?” (Luk. 24:5). Pada kesempatan yang lain Yesus juga berkata, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan memilikinya dalam segala kelimpahan” (Yoh. 10:10). Yesus menghadirkan nilai-nilai kehidupan, bukan kematian. Mengimani Yesus yang bangkit berarti belajar menghadirkan nilai-nilai kehidupan.

Jadi selamat memasuki Masa Pra Paska. Silakan memulai 40 hari menuju kebaruan iman dalam Paska. 40 hari kesunyian dan penderitaan, digantikan oleh kemenangan Kristus, kemenangan kesetiaan, kemenangan kita.

#SalamWelasAsih
#SelamatMenghayatiMasaPraPaska
#AyoBertobat
#TidakLebayTidakAbaiCOVID-19

NB: jika merasa diberkati melalui renungan ini, kirimkan ke saudara-saudara yang lain

(ACN)

Article info