RENSTRA II


Post Thumb

BAB I
RENSTRA II GKJ KOTAGEDE 2014-2018

1.   JATI DIRI GKJ KOTAGEDE

Gereja adalah suatu kehidupan bersama religius yang di satu sisi adalah sebagai buah pekerjaan penyelamatan Allah dan di sisi yang lain adalah juga sebagai jawaban manusia  terhadap penyelamatan Allah yang di dalamnya Roh Kudus  turut  bekerja. Dua pemahaman yang utuh mengenai Gereja ini  pasti akan menimbulkan dinamika dan dialektika dalam kehidupan Gereja di tengah masyarakat.

Bertolak dari segi Gereja sebagai buah pekerjaan penyelamatan Allah, kita dapat mengerti bahwa Allah mengasihi Gereja dan menguduskannya untuk menjadi milik kepunyaanNya. Lalu Allah mempedulikan Gereja, memelihara Gereja, dan menerima segala sesuatu yang dipersembahkan oleh orang-orang percaya kepada-Nya di dalam dan melalui kehidupan Gereja.  Dalam pemahaman yang demikian itu, Gereja berbeda dengan kehidupan religius  lainnya, karena memiliki relasi yang khas dengan Allah dan karya-Nya di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Fungsi  Gereja di dalam karya penyelamatan-Nya di dunia ini disebut sebagai Tugas dan Panggilan Gereja. Tugas panggilan Gereja itu ada dalam dua sisi, yaitu: (1) bersaksi tentang/memberitakan penyelamatan Allah kepada mereka yang belum mendengarnya untuk memberi kesempatan kepada siapapun guna mendengar dan menjawab atas berita penyelamatan Allah, dan (2) memelihara keselamatan orang-orang yang telah diselamatkan untuk menolong orang-orang percaya agar tetap dapat mempertahankan imannya; mampu mengatasi masalah-masalah dan penggodaan-penggodaan yang mereka hadapi dalam perjalanan keselamatan.  Gereja melaksanakan tugas panggilannya dilandasi oleh kuasa Roh Kudus  yang dengan peran penyelamatan-Nya, bekerja menolong orang-orang percaya dan Gereja, serta menolong mereka yang menjadi obyek karya penyelamatan Allah.

 

Namun fakta yang ada, Gereja menghadapi berbagai permasalahan dalam hidup dan karyanya, termasuk juga GKJ Kotagede. Berbagai tantangan yang ada berkenaan dengan modernitas. Di era postmodernisasi membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat dunia. Seluruh dunia mengalami perubahan besar seperti  industrialisasi, globalisasi, urbanisasi dan individualisasi Hal ini membawa dampak dalam pola pikir, pola hidup dan perilaku masyarakat. Sebagai contoh:

1.     Sain dan teknologi menekankan nalar manusia, sehingga nilai kerohanian semakin berkurang.

2.     Globalisasi menimbulkan persaingan dan meniadakan batas-batas, sehingga terjadi persaingan antar Gereja.

3.     Individualisasi menimbulkan egosentris (ke-aku-an) dan menghilangkan semangat kebersamaan, sehingga tolok ukur kehidupan bergereja bergeser dari ‘persekutuan’ menjadi pemenuhan terhadap ‘ke-aku-an’ pribadi.

 

Seiring dengan hal itu, GKJ Kotagede juga menghadapi tantangan dari beragam budaya:

1.       Gereja tidak siap dalam menyikapi berbagai perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Gereja belum menjalankan fungsi positif, kritis, kreatif dan realistis dalam proses perkembangan masyarakat.

2.       Seringkali Gereja dipandangsebagai Gereja yang hidup dan bertumbuh maju jumlah anggotanya semakin bertambah besar, memiliki banyak kegiatan gerejawi, memiliki gedung Gereja yang cukup memadai dan dana yang banyak. Pada kenyataannya terjadi menurunnya kehidupan internal gerejawi akibatnya fungsi Gereja di tengah masyarakat juga semakin kurang dapat dirasakan.

Dalam konteks inilah, GKJ Kotagede memang perlu membangun diri  namun juga tidak boleh lupa akan tugas dan panggilannya untuk membangun masyarakat. Mengingat akan hal ini maka teologi praktis perlu memberikan sumbangan pemikiran untuk mengarahkan Gereja dalam perencanaan pembangunan jemaat yang kontektual. Dengan latar belakang permasalahan diatas, maka permasalahan pokok yang hendak dijabarkan adalah: bagaimanakah arah Pembangunan Jemaat GKJ Kotagede ke masa depan yang dapat dipertanggungjawabkan?

 

VISI GKJ KOTAGEDE

Berdasarkan pemahaman terhadap  jati-diri  GKJ di atas, dan mengingat dinamika internal serta perubahan yang begitu cepat yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat, di tingkat Kota, kabupaten (Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman), serta Klasis-Sinodal,  maka untuk daur pelayanan tahun 2014-2018 disusun rencana strategis (Renstra)  yang dimaksudkan sebagai pangkal penyusunan  Program Kerja GKJ Kotagede. Selain itu, Renstra  ini  juga diharapkan memberi inspirasi bagi pelayanan yang dilakukan oleh Majelis, dan Badan-badan Pembantu Majelis.

Dalam persidangan 15 April 2013 disepakati untuk merumuskan kembali Visi dan Misi GKJ Kotagede. Visi dipahami sebagai cita-cita jangka panjang, misi adalah sasaran yang ingin dicapai. Berdasarkan pemahaman tersebut maka Visi-misi GKJ Kotagede di dirumuskan sebagai berikut:

1.       VISI 

“Jemaat mewartakan keselamatan dengan berintegritas pelayanan”

Pokok-Pokok Ajaran dan Tata Gereja dan Talak GKJ yang menyebutkan bahwa tugas panggilan gereja adalah : “Memberitakan keselamatan kepada yang belum mendengar / percaya  dan memelihara keselamatan bagi yang sudah percaya” maka Majelis memahami bahwa Allah menghendaki semua orang diselamatkan, karena itu setiap orang berhak mendengar pemberitaan tentang penyelamatan Allah dan yang sudah menerima penyelamatan berhak untuk dipelihara imannya oleh gereja. Dengan kata lain gereja terus menerus dilibatkan dalam karya penyelamatan Allah. Untuk menjaga agar gereja tetap berjalan dalam tugas panggilan tersebut maka tepatlah kiranya jika tugas panggilan gereja itu menjadi “visi” GKJ Kotagede.

2.       MISI

·         Mengupayakan pembaruan hidup, memiliki spiritualitas tangguh

·         Meneladan/serupa dengan Kristus dalam seluruh kehidupannya

·         Menjadi teladan dalam kebenaran dan kekudusan.

·         Memupuk semangat integritas pelayanan

 

PENJELASAN VISI :

1. Jemaat Mewartakan Keselamatan

Gereja sebagai persekutuan umat percaya yang merupakan buah pekerjaan penyelamatan Allah, Gereja memiliki kedudukan sebagaimana dipaparkan dalam 1 Petrus 2:9 “Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, umat kepunyaan Allah sendiri supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangnya yang ajaib”. Terminologi “Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, umat kepunyaan Allah” adalah untuk menyebut Jemaat atau Gereja.

Di dalam dan melalui kehidupan Gereja, Roh Kudus yaitu Allah sendiri yang bekerja melalui kuasaNya, melanjutkan pelerjaanNya. Dengan demikian Gereja dijadikanNya sebagai partner atau “kawan sekerja” Allah dikehendaki untuk mewartakan Keselamatan. Itu berarti, bahwa didalam dan melalui Gereja pekerjaan penyelamatan Allah bagi manusia harus dikerjakan oleh setiap orang percaya (bdk. I Kor 3:9).

2. Berintegritas Pelayanan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “integritas” diartikan sebagai: “Keterpaduan; kebulatan; keutuhan; jujur dan dapat dipercayai” Jadi, arti kata “integritas” adalah: “Kesesuaian antara kata dan perbuatan kita yang dilakukan dalam kejujuran, sehingga kita dapat dipercayai oleh orang lain.“Integritas adalah komitmen diri pada karakter ketimbang keuntungan pribadi, pada orang ketimbang benda, pada pelayanan ketimbang kekuasaan, pada prinsip ketimbang kesenangan, pada pandangan jangka panjang ketimbangjangka pendek” (John C. Maxwell).

Kata “integritas” tidak kita jumpai dalam Alkitab. Tapi cara hidup berintegritas kita temukan dalam Alkitab. (Mat. 25:21, 23; I Tim.4:12; I Petr.2:3-5)

Jadi Integritas Pelayanan yang dimaksud adalah Jemaat memiliki integritas pelayanan yang baik. Artinya bisa dipercayai dalam pelayanan.

 

PENJELASAN MISI

 

Pemahaman jemaat menjadi pewarta keselamatan tersebut membawa konsekwensi yaitu dijabarkan dalam Misi sebagai berikut :

Pertama, Gereja harus senantiasa berjuang melawan dosa agar mengupayakan pembaruan hidup (Rm. 6:11-15; 12:2), memiliki spiritualitas/iman tangguh (Efs. 6:16, I Petr. 5:9).

Kedua, meneladan/serupa dengan Kristus dalam seluruh kehidupannya (Yoh. 13:15, Rm.8:29). Sebagai wujud kesaksian dalam mewartakan keselamatan.

Ketiga, Jemaat hadir di tengah dunia dengan keadilan, kekudusan dan kebenaran. Bertitik tolak dari Kekudusan Allah yang dinyatakan di dalam dan dipancarkan ke seisi dunia mulai dari umat-Nya sendiri. Kekudusan Allah itu menjelaskan kebesaran Allah sebagai yang mencintai hukum dan menegakkan  keadilan (Maz 99:3-5). Dengan demikian, kekudusan yang dalam arti harfiahnya adalah terpisah, kini mendapatkan definisi baru. Allah juga terlibat di dunia dan mewujudkan kebenaran agar manusia berelasi dengan-Nya. Bagi Allah yang demikian, kegentaran bersanding dengan ketaatan dan kasih kepada-Nya. Dari sini lahir kehidupan yang mendorong jemaat selalu ingin memuliakan Allah dalam keadilan dan kebenaran.

 

TEMA TAHUNAN

1.       Tahun Pertama (2014):

”Bertumbuh dalam Pembaruan Budi dan Spiritualitas” (Rm 12:2,3).

2.       Tahun Kedua (2015):

”Membangun Kehidupan yang Rukun” (Rm. 15:5-7)

3.       Tahun Ketiga (2016):

“Membangun Masa Depan dengan Semangat Perdamaian” (Kol.3:15a).

4.       Tahun Keempat (2017):

“Bersaksi dalam Kekuatan Kasih Karunia Allah” (2 Kor. 1:12).

5.       Tahun Kelima (2018):

”Meningkatkan kesaksian dan pelayanan yang mendatangkan damai sejahtera di tengah dan bersama masyarakat”. (Luk. 1:79).

 

BAB II

ANALISA SWOT

 

KEKUATAN

1.     Jumlah warga cukup besar > 330 KK (+1.000 orang) data 2013 tersebar di beberapa kecamatan di DIY

2.     Potensi ekonomi warga cukup kuat

3.     Sumberdaya manusia yang berkompenten dan berkualifikasi yang cukup

4.     Letak geografis yang strategis, sehingga mudah diakses.

5.     Tersedianya sarana prasarana gereja/pelayanan yang cukup memadai

6.     Tersedianya fasilitas tanah dilingkungan gereja yang dapat digunakan untuk pengembangan kepentingan gereja

7.     Memiliki aset tanah di daerah modalan

8.     Memiliki aset tanah makam di Gunung Sempu

9.     Memiliki Pendeta dan tenaga geraja tetap

10.  Kesadaran warga memberikan persembahan Mingguan, Istimewa cukup tinggi

11.  Kesetaraan jender dalam pelayanan geraja

12.  Gereja berbadan hukum tetap

13.  Memiliki ragam kehidupan (pluralitas:budaya, etnis)

14.  Warga terdidik/berpendidikan formal/non-formal

15.  Potensi anak sangat baik

16.  Penguasaan teknologi baik

17.  Memiliki semangat melayani dan bersekutu

18.  Memiliki tenaga pendidik profesional

19.  Mempunyai warga yang berlatarbelakang teologi

20.  Memiliki wilayah pelayanan pendidikan agama kristen dari SD s.d SMA yang strategis diwilayah GKJ Kotagede

21.  Tersedianya warga berpendidikan medis dan paramedis yang cukup

22.  Tesedia dana kasih/dana pralaya

23.  Tersedianya dana peduli kasih

 

KELEMAHAN

1.     Rentannya persoalan keluarga yang cukup kompleks

2.     Pelayanan terhadap jemaat belum optimal

3.     Kesenjangan ekonomi dalam kehidupan jemaat

4.     Belum adanya kerjasama dalam usaha peningkatan kesejahteraan kehidupan ekonomi jemaat

5.     Kurangnya pemahaman makna presbiterial – sinodal

6.     Lemahnya manajemen kepemimpinan

7.     Kurangnya akurasi data demografi jemaat untuk melihat potensi warga

8.     Kurangnya perhatian gereja terhadap tumbuh kembangnya anak usia dini

9.     Minat menjadi guru sekolah minggu kurang

10.  Penataan infrastruktur/ruang belum mengakomodir kebutuhan

11.  Kesulitan regenerasi

12.  Belum memiliki job description dalam kepengurusan

13.  Kurangnya partisipasi jemaat dalam peran serta pendidikan bagi anak

14.  Kurang optimalnya pemberdayaan sumberdaya guru agama dalam pelayanan

15.  Kurangnya pemberdayaan tenaga medis, dalam pelayanan

16.  Warga dalam memberikan persembahan bulanan belum maksimal

17.  Pemberdayaan SDM untuk penataan lingkungan gereja (kebersihan) belum maksimal

18.  PemanfaatanTanah Modalan belum ada realisasi

 

PELUANG

1.     Adanya kemitraan dengan lembaga lain (stakeholder)

2.     Adanya warga gereja urban (dari desa ke kota)

3.     Tersedianya wadah pelayanan bagi warga jemaat yang berlatar belakang teologi

4.     Adanya dukungan pemerintah kota jogja dalam pemeliharaan tempat ibadah

5.     Kerjasama dengan STAK Marturia dalam pelayanan

6.     Pemanfaatan teknologi informasi/tersedianya jaringan internet/ hotspot di gereja

7.     Tersedianya wahana bagi pemuda untuk pelayanan

8.     Jalinan kebersamaan yang tinggi

9.     Tersedianya buku-buku perpustakaan di gereja

10.  Dukungan dana yang cukup besar dari gereja untuk kegiatan

11.  Adanya dukungan dana dan obat-obatan dari warga untuk Pel-Kes

 

ANCAMAN

1.       Terjadinya friksi-friksi inter denominasi gereja

2.       Intoleransi dari keyakinan lain

3.       Pengaruh penggunaan narkoba, kriminalitas dan pergaulan bebas

4.       Dampak negatif perkembangan teknologi informasi

5.       Tekanan keluarga yang tidak seiman

6.       Kontaminasi/menularnya penyakit jenazah pada petugas pangkrukti jenazah

7.       Pola hidup individulalistis dan kelompok-kelompok persekutuan

 

BAB III

TUJUAN STRATEGIS

BIDANG PEMBINAAN WARGA GEREJA

1.       Jemaat dan para pemangku pelayanan di GKJ Kotagede secara terbuka memahami pentingnya perubahan dan mengelola perbedaan sebagai bagian penting dari kemajuan tanpa harus kehilangan jati

2.       Meningkatkan kegiatan gerejawi dalam kerjasama dan melayani didasari oleh semangat, motivasi, intregias, serta kerendahan hati.

3.       Setiap warga gereja dan anggota majelis dibekali hakekat pokok-pokok ajaran, Tata Gereja & Tata Laksana GKJ untuk bahan berefleksi dalam mengembangkan pemahaman imannya secara dinamis dan aktual.

4.       Terlaksananya pembinaan warga gereja yang sistematis dan berkelanjutan yang memampukan setiap warga gereja untuk berpartisipasi serta bertanggung jawab dalam pelayanan gereja dan di tengah masyarakat.

5.       Terlaksananya pembinaan warga gereja yang sistematis dan berkelanjutan sebagai antisipasi pengaruh kehidupan soisal yang merusak karakter warga jemaat.

 

BIDANG IBADAH

1.       GKJ Kotagede memiliki tata ibadah yang kontekstual dalam membangun jemaat

2.       Memiliki peningkatan tenaga profesional yang terlibat dalam kegiatan pelayanan ibadah.

3.       Memiliki fasilitas pendukung kegiatan gerejawi yang memadai dalam kaitannya dengan peribadatan.

 

BID­ANG KESAKSIAN & PELAYANAN

1.       Jemaat mampu melaksanakan tugas kenabian dalam rangka mewujudkan tanda-tanda kerajaan Allah, baik internal gereja maupun di masyarakat sebagai wujud kesaksian.

2.       GKJ Kotagede mampu mewujudnyatakan misi transformasi dalam kehidupan masyarakat.

3.       Melakukan tindakan strategis untuk membantu warga gereja (jika dimungkinkan non warga) yang kurang mampu dalam rangka memberdayakannya

4.       Tanggap dan cepat dalam melayani jemaat yang berkesusahan (kematian, bencana alam maupun bencana sosial yang terjadi disekitarnya melalui komisi terkait).

5.       Gereja mampu berteologi konstektual/praktis sehingga dapat menjawab tantangan kongkrit, bekerjasama dengan lembaga lain.

 

 BIDANG PENATALAYANAN

1.       Memiliki perencanaan pemeliharaan dan pembangunan sarana prasarana gereja menurut jangka waktu pendek, menengah sampai dengan jangka panjang.

2.       Terciptanya peningkatan kehidupan ekonomi jemaat pemberdayaan potensi keuangan gereja

3.       Peningkatan sitem tata kelola keuangan dan upaya peningkatan persembahan bulanan melalui pembinaan.

RUMUSAN STRATEGI

Rumusan Strategi untuk mencapai Visi dan Misi GKJ Kotagede adalah sebagai berikut :

 

Peningkatan

Sumber Dana Gereja

Melalui Persembahan Jemaat

 

Peningkatan

Sumber Daya Jemaat

Melalui Pemberdayaan Potensi Warga Jemaat

Pengembangan Sarana Prasarana Penunjang

Kegiatan

 

 

                                               

Keterangan :

: Saling berhubungan

 

 

BAB IV

PENGORGANISASIAN GKJ KOTAGEDE

 

MAJELIS PEMBIDANGAN

MAJELIS PELAKSANA HARIAN (MPH)

Bertugas/bertanggungjawab dalam hal :

1.     Pengelolaan kegiatan administrasi dan perkantoran

2.     Mewakili gereja dalam relasi dengan pihak luar GKJ Kotagede.

3.     Bertugas/bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayananan Kotbah

4.     Mencari pengkotbah, menyusun jadwal kotbah

5.     Membuat SPMU (Surat Perintah Mengeluarkan Uang) atas dasar keputusan Rapat Majelis

6.     Melaksanakan tugas dalam hal-hal yang mendesak dan mempertanggungjawabkan kepada Majelis pleno

 

MAJELIS BIDANG IBADAH

1.       Membidangi Komisi Puji-pujian/Musik Gerejawi, Komisi Hari Besar Kristen dan Komisi Dekorasi Gereja

2.       Bersama dengan MPH bertanggungjawab dalam pelaksanaan Kebaktian Minggu dan Ekspresif terutama dalam pengaturan Pendampingan Kotbah

3.       Menyiapkan properti ibadah sesuai kalender gerejawi melalui Komisi Dekorasi Gereja.

4.       Mengupayakan kelangsungan isian pujian dalam kebaktian melalui Komisi Puji-pujian

5.       Mengkomunikasikan agenda kegiatan yang disusun Komisi HBK kepada Majelis pleno

6.       Mendampingi, memberikan pengarahan kepada Komisi terkait yang dibidangi dalam melaksanakan   kegiatan

7.       Menyelenggarakan rapat Koordinasi komisi-komisi yang dibidangi secara terprogram 3 atau 4 bulan dalam setahun, serta melaporkan hasil rapat kepada Majelis Pleno.

 

 

MAJELIS BIDANG PEMBINAAN WARGA GEREJA

1.     Membidangi Komisi Anak, Komisi Pemuda, Komisi Warga Dewasa Wanita, Komisi Adiyuswa

2.     Melakukan pembangunan/pembinaan kehidupan rohani/iman warga jemaat dalam bentuk Pemahaman Alkitab (PA).

3.     Menyusun jadwal bidston akhir bulan

4.     Mendampingi, memberikan pengarahan kepada Komisi terkait yang dibidangi dalam melaksanakan kegiatannya dan melaporkan kegiatannya dalam Majelis Pleno

5.     Menyelenggarakan rapat Koordinasi komisi-komisi yang dibidangi secara terprogram 3 atau 4 bulan dalam setahun, serta melaporkan hasil rapat kepada Majelis Pleno.

 

MAJELIS BIDANG KESAKSIAN DAN PELAYANAN

1.     Membidangi Komisi Pendidikan, Komisi Guru Agama Kristen, Komisi Pelayanan Kesehatan, Komisi Pangruktilaya

2.     Melaksanakan tugas Kesaksian Pelayanan serta kerjasama dengan lembaga-lembaga lain dengan berpedoman pada Bab III Tata Laksana, melalui komisi terkait

3.     Mendampingi, memberikan pengarahan kepada Komisi terkait yang dibidangi dalam melaksanakan kegiatannya dan melaporkan kegiatannya dalam Majelis Pleno

4.     Menyelenggarakan rapat Koordinasi komisi-komisi yang dibidangi secara terprogram 3 atau 4 bulan dalam setahun, serta melaporkan hasil rapat kepada Majelis Pleno.

 

MAJELIS BIDANG PENATALAYANAN

1.       Membidangi Komisi Kehartaan dan Komisi Pemeliharaan & Inventaris Gereja

2.       Mendampingi, memberi pengarahan terhadap komisi terkait yang dibidangi, dan melaporkan kegiatannya dalam Majelis Pleno

3.       Menyelenggarakan rapat Koordinasi komisi-komisi yang dibidangi secara terprogram 3 atau 4 bulan dalam setahun, serta melaporkan hasil rapat kepada Majelis Pleno.

 

BADAN-BADAN PEMBANTU MAJELIS

KOMSI PUJI-PUJIAN

1.     Meningkatan peran serta jemaat dalam memuliakan Tuhan melalui kelompok-kelompok Paduan Suara, Vocal Group, musik Band, dsb.

2.     Memberdayakan potensi warga yang berbakat main musik utamanya keyboard untuk mengiringi ibadah.

3.     Melakukan koordinasi dengan Majelis Bidang Ibadah terkait dengan isian pujian dalam ibadah.

 

KOMISI HARI BESAR KRISTEN

1.     Menyusun Kegiatan Gereja terkait dengan Hari Raya Kristen.

2.     Melakukan koordinasi dengan Majelis Bidang Ibadah terkait dengan kegiatan-kegiatan tersebut diatas.

 

KOMISI DEKORASI GEREJA

1.     Menyiapkan bunga mimbar setiap ibadah minggu

2.     Mengganti kain penutup mimbar sesuai warna kelender gerejawi

3.     Menyiapkan dekorasi gereja pada saat hari-hari besar kristen

4.     Penataan/pengadaan dekorasi gereja pada saat pelayanan baptis suci, sidi, pemberkatan nikah dan kegiatan lain selama jemaat menghendaki.

5.     Melakukan koordinasi dengan Majelis Bidang Ibadah terkait dengan kegiatan-kegiatan tersebut

 

KOMISI ANAK

1.     Melakukan kegiatan gerejawi berkaitan dengan pemeliharaan iman anak (usia 3-11 tahun) agar bertumbuh dalam iman yang benar. Dengan cara memperkenalkan dasar-dasar iman Kristen, mengajarkan cerita-cerita Alkitab dan sosialisasi terhadap keluarga dan masyarakat. Sehingga memiliki kepekaan sosial dalam wujud kehidupan Kristen.

2.     Melakukan koordinasi kegiatannya dengan Majelis Bidang PWG

 

KOMISI PEMUDA

1.     Melakukan kegiatan gerejawi berkaitan dengan pemeliharaan iman pemuda/remaja agar bertumbuh dalam iman yang benar.

2.     Memperhatikan pendidikan/pembinaan bagi Remaja (11-16) tahun untuk memperkuat dasar-dasar iman Kristen, mendialogkan iman Kristen dalam hidup sehari hari, membentuk identitas diri Remaja dan melatih kepekaan sosial hidup di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.

3.     Memperhatikan pendidikan/pembinaan Pemuda (usia 16-35 tahun) : SLTA, Mahasiswa dan Masa Dewasa Muda, agar imannya kuat dan mampu mendialogkan iman Kristen dalam hidup sehari hari, membentuk identitas diri Remaja dan melatih kepekaan sosial hidup di dalam keluarga, Kampus dan masyarakat serta pekerjaan.

4.     Menginformasikan kegiatan-kegiatan gerejawi baik untuk lingkungan warga GKJ Kotagede maupun untuk lingkungan diluar GKJ Kotagede melalui media warta jemaat ataupun website

5.     Menangani sarana multimedia (sound system dan LCD untuk sarana Ibadah dan kegiatan-kegiatan lain)

6.     Melakukan Koordinasi Kegiatannya dengan Majelis Bidang PWG

 

KOMISI WARGA DEWASA WANITA

1.     Melakukan kegiatan gerejawi berkaitan dengan pemeliharaan iman warga dewasa Wanita

2.     Mengikuti kegiatan-kegiatan terkait dengan warga dewasa wanita dalam aras Klasis

3.     Melakukan Koordinasi Kegiatannya dengan Majelis Bidang PWG

 

KOMISI ADIYUSWA

1.       Melakukan kegiatan gerejawi yang berkaitan dengaan warga usia lanjut (55 tahun ke atas), agar memiliki iman yang teguh mampu mewujudkan imannya dalam hidup sehari-hari terhadap orang-orang di sekelilingnya.

2.       Melakukan Koordinasi Kegiatannya dengan Majelis Bidang PWG

 

KOMISI PENDIDIKAN

1.     Mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang kurang mampu/kurang berprestasi melalui bentuk bentuk kegiatan Bimbingan belajar dan upaya pengadaan beasiswa pendidikan.

2.     Mengupayakan penyelenggaraan pelayanan perpustakan “KETUBIM” dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

3.     Melakukan Koordinasi Kegiatannya dengan Majelis Bidang Kespel

 

KOMISI GURU AGAMA KRISTEN

1.       Mengkoordinir Guru-guru agama Kristen yang ada di wilayah GKJ Kotagede

2.       Menyelenggarakan/mengikuti kegiatan-kegiatan pembinaan/pembeka-lan Guru Agama Kristen dalam aras Gereja setempat, Klasis atau lembaga yang terkait.

3.       Melakukan Koordinasi Kegiatannya dengan Majelis Bidang Kesaksian & Pelayanan

 

KOMISI PELAYANAN KESEHATAN

1.       Menyelenggarakan layanan kesehatan kepada warga jemaat melalui tenaga pelayan kesehatan

2.       Bekerja sama dengan Puskesmas atau Rumah Sakit untuk menunjang pelaksanaan pelayanan kesehatan

3.       Melakukan koordinasi kegiatannya dengan Majelis Bidang Kespel

 

KOMISI PANGRUKTILAYA

1.       Melaksanakan kegiatan pelayanan kepada warga jemaat GKJ Kotagede dan keluarganya yang meliputi: perawatan jenazah, penyaluran dana kasih.

2.       Melakukan koordinasi kegiatannya dengan Majelis Bidang Kespel

 

KOMISI KEHARTAAN

1.       Mengelola uang persembahan serta kekayaan gereja berupa Surat-surat berharga.

2.       Membuat RAB Gereja dan melaporkan kepada Majelis

3.       Bendahara kehartaan bersama Ketua Majelis Bidang Penatalayanan menghadiri, menyetorkan iuran IDKK yang diselenggarakan Bapelklas Yogyakarta Selatan.

4.       Melakukan Koordinasi Kegiatannya dengan Majelis Bidang   Penatalayanan

 

KOMISI PEMELIHARAAN & INVENTARIS GEREJA (PIG)

1.     Memelihara/merawat Gedung Gereja dan fasilitas yang dimiliki Gereja (Pastori, Kantor Gereja) dan lingkungan Gereja.

2.     Mendata dan merawat barang-barang inventaris dan aset Gereja

3.     Melaksanakan penugasan Majelis : membelanjakan barang-barang inventaris yang dibutuhkan oleh Gereja

4.     Melakukan koordinasi kegiatannya dengan Majelis Bidang Penatalayanan

 

PENGAWAS DAN PEMERIKSA (WASRIK)

1.       Mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan gereja secara periodik meliputi pemeriksaan keabsahan (legal audit), pemeriksaan pengelolaan (management audit) dan pemeriksaan keuangan (financial audit)

2.       Melaporkan hasil pemeriksaan ke majelis pleno

 

 

Kembali Keatas