SIAPAKAH SESAMAKU?


Post Thumb

SIAPAKAH SESAMAKU?

Lukas 10:25-37

Saat ini, manusia cenderung terkotak-kotak. Terpisah oleh status ekonomi,agama&pandangan politik.

Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik),jumlah penduduk Indonesia tahun 2018 adalah 265 juta orang; jumlah penduduk dunia 7,53 milyar. Dari angka tersebut, berapakah yg bisa disebut "sesamaku"?

Dalam perumpamaan ini dikisahkan,ada seorang yg dirampok dari perjalanan Yerusalem menuju Yerikho. Ia terluka parah&menderita tidak berdaya. Untunglah ada seorang yg melewati jalan itu. Untung? Ternyata tidak!!!

Seorang imam,malah menghindari. Mungkin malas repot. Seorang Lewi juga menghindari. Mungkin tidak mau tangannya kotor. Lalu seorang Samaria (yg dianggap bukan kaum selevel dengan orang Yahudi) berhenti,lalu menolong,bahkan merelakan sebagian 💰 nya untuk menolong orang tersebut.

Yesus mengajar lewat perumpamaan ini untuk menjungkirbalikkan diskriminasi ketika itu mengenai kriteria sesama manusia.

Yg mengherankan sekaligus memprihatinkan, apa yg terjadi di jaman Tuhan Yesus masih terjadi di era sekarang. Apalagi ketika kita memasuki tahun politik. Sekat-sekat semakin tinggi, aku-kamu (kami-kalian) semakin berjarak.

Bagi Yesus, sesama manusia adalah orang yg dengan sukarela&sukacita memberi bantuan. Berbela rasa. Siapapun ia. Dari latar belakang apapun ia. Orang yg menawarkan kasih tanpa keraguan. Tanpa harus sibuk mencari tahu latar belakangnya. Itulah sesama kita.

Sudahkah kita menjadi sesama bagi orang lain?

#SalamWelasAsih

NB: jika merasa diberkati dengan renungan ini, kirimkan ke saudaramu yang lain

Kembali Keatas