TAHAN UJI DALAM PENCOBAAN


Post Thumb

TAHAN UJI DALAM PENCOBAAN

YAKOBUS 1:9-16

Masih melanjutkan  mengenai pencobaan. 

Saat didera penderitaan &masalah, sering kita lalu bertanya: "Apakah penderitaan ini berasal dari Allah?"

Setelah itu kemudian kita mulai memikirkan perjalanan hidup kita ke belakang. Muncul beberapa penilaian, bahwa penderitaan ini muncul sebagai hukuman Allah atas segala kesalahan yg kita buat; sebagian merasa bahwa hidup kita baik&benar sehingga penderitaan ini sebagai ketidakadilan; atau penderitaan karena karma dari orang tua. Surat Yakobus menegaskan bahwa Allah tidak dapat dicobai oleh yg jahat, dan Ia sendiri juga tidak mencobai siapapun (Yak 1:13). Lebih tepatnya adalah dicobai oleh keinginan sendiri. Keinginan yg dimaksud adalah hawa nafsu duniawi. Rasul Paulus menguraikan hawa nafsu daging dalam Gal 5:20-21. Secara ringkas dengan istilah: "Seven Deadly Sins" atau "Tujuh Dosa Maut". Ketujuh dosa itu adalah: kesombongan, kemarahan, keserakahan, iri hati, nafsu cabul, sikap rakus, dan kemalasan. Pencobaan-pencobaan yg kita alami utamanya disebabkan oleh tujuh dosa maut tadi. Namun pada pihak lain, kita merasa bahwa hidup kita benar & saleh. Justru di sinilah letak masalah utamanya. Kita tidak merendahkan diri, menyesal&bertobat; namun malah membenarkan diri bahkan mengeraskan hati.

Akibatnya, hasil dari salah satu atau sebagian dari tujuh dosa maut tersebut tidak semakin membawa kita dekat kepada Allah, namun menjauhkan kita dari Allah. Di tengah-tengah pencobaan tersebut, bukannya mengalami pembaruan diri, namun semakin bebal, ndableg. 

Oleh sebab itu, Rasul Yakobus berkata: "Jangan sesat!" (Yak 1:16). Allah tidak membutuhkan sikap kita yg marah&menghukum diri. Allah menghendaki setiap kita untuk rendah hati dengan mengakui&menginsyafi agar Dia berbelas kasihan&mengkaruniakan kerahiman-Nya.

#SalamWelasAsih

NB: jika merasa diberkati melalui renungan ini, kirimkan ke saudara-saudara yang lain

Kembali Keatas