TINDAKAN BAGI SI LUMPUH


Post Thumb

TINDAKAN BAGI SI LUMPUH
Markus 2:1-12

Sebuah hal yg menakjubkan akan menyebabkan kehebohan dimana-mana. Orang kemudian berbondong-bondong untuk menyaksikan&menviralkan kejadian tersebut. Hal ini juga menjadi latar belakang Mrk 2:1-12. Ketika mereka mendengar bagaimana Yesus berkotbah secara luar biasa&mampu membuat mujizat penyembuhan dengan cara yg unik (Mertua Simon sembuh hanya dengan sentuhan). Mujizat penyembuhan membuat banyak orang sakit ingin juga disembuhkan. Demikian juga harapan dari keluarga seorang yg lumpuh. Namun, mereka kesulitan untuk membawa "si lumpuh" menghadap Yesus. Namun mereka tidak kurang akal,mereka membawa "si lumpuh" naik ke atap rumah lalu menurunkannya tepat di depan Yesus. Kisah ini sangat relevan dengan kehidupan jaman now. Kita banyak mendapati orang "lumpuh", baik psikis maupun fisik. Orang yg tertimpa bencana alam;punya akar kepahitan;merasa kesepian&terasing.

Bagaimana sikap terhadap "si lumpuh"? Dalam bacaan kita, ada 3 hal:

1.mereka hanya fokus pada diri mereka sendiri

Ini yg dilakukan orang banyak,mereka hanya berfokus melihat Yesus dengan segala kepentingan&tujuan mereka sendiri. Mereka tidak menyadari/tidak peduli kepada orang lain yg butuh pertolongan.

2.terus menilai&mencari kesalahan orang lain

Ini adalah tindakan dari ahli taurat yg bertindak laksana "👮 iman&moral".Mungkin kita pernah melakukannya. Ketika orang lain mengalami musibah,bukan menolong namun memvonis musibah tersebut karena dosanya atau karena kurang iman.

3.kesediaan menolong "si lumpuh".

Tindakan yg dilakukan oleh orang-orang yg menurunkan "si lumpuh" dihadapan Yesus. Mereka mau direpotkan (bayangkan sulitnya naik ke atap 🏠 dengan membawa orang lumpuh,lalu menurunkan tepat di depan Yesus).

Tindakan yg mau berkorban,mau peduli,mengambil resiko, bahkan juga tanpa pujian& penghargaan. Lalu sikap seperti apa yg anda lakukan ketika berhadapan dengan sesama kita yg membutuhkan pertolongan?

#SalamWelasAsih

NB: jika diberkati melalui renungan ini, kirimkan ke saudara-saudara yang lain

Kembali Keatas