IMAN DAN KESUKSESAN


Post Thumb

Gembala Menyapa 

6 Januari 2019

 (Pdt Adhitya Chris Nugroho) 

IMAN DAN KESUKSESAN

Ulangan 30:1-10

Salah satu jenis buku yang paling laris di pasaran adalah buku mengenai kesuksesan. Buku-buku jenis ini dengan mudah kita jumpai di toko buku, dengan judul yang menarik dan sampul yang menawan. 

Buku jenis itu ditulis oleh para ahli dari macam-macam disiplin ilmu; baik bisnis, psikologi maupun teologi. 

Salah satu bagian dari Alkitab sebagai dasar meraih sukses adalah bacaan kita saat ini.

Memang kalau kita membaca beberapa bagian ayat Alkitab, kita akan mendapati kesan bahwa orang yang beriman dan taat maka hidupnya akan diberkati dan sukses; sedangkan orang yang tidak taat akan dikutuk dengan penderitaan dan kegagalan.

Kondisi demikian terasa mengganggu jika kita coba hubungkan dengan kondisi sehari-hari, orang yang sungguh-sungguh taat namun hidupnya penuh kegagalan; sedangkan orang yang tidak taat namun hidupnya penuh kenyamanan

Saudara2 terkasih...

Perikop ini merupakan pidato perpisahan Musa yang diucapkan ketika akan memasuki Tanah Perjanjian, namun diulang ketika bangsa Israel sedang dalam masa pembuangan. Realita yang ada, bangsa yang tidak menyembah Allah kehidupannya lebih sejahtera dibandingkan bangsa Israel.

Hal itu membuat iman bangsa Israel kendor. Pidato perpisahan Musa, disampaikan agar mereka bertobat, kembali pada Allah dan mengikuti cara Allah. Jika mereka bertobat,maka  mereka akan dipulihkan kembali oleh Allah.

Jadi inti perikop ini adalah janji Allah kepada umatNya yang mau menyesali dosanya dan mau bertobat serta sungguh-sungguh percaya kepadaNya akan merasakan berkatNya

Hal ini juga berlaku bagi kita di jaman now. Tetapi berkat yang kita rasakan tidaklah sama persis seperti yang diterima umat PL. Memang bisa saja demikian, nothing is impossible! Banyak orang mengalami seperti sama seperti umat PL; namun banyak juga yang mengalami sebaliknya. Mereka merasakan berkat Allah justru ketika mereka mengalami kegagalan dan kesedihan.

Dengan kata lain, kesuksesan bukanlah ukuran iman. Kesuksesan yang berasal dari berkat Tuhan akan membuat kita merasakan hubungan yang mesra dari Tuhan dan mampu menjadi berkat bagi orang lain.

Dalam bacaan kita, berkat Tuhan bagi umat yang bertobat tidak hanya digambarkan dengan kesuksesan tapi juga dengan ketaatan dan kasih (ay 6).

Maka, tidak semua orang sukses adalah karena berkat Tuhan. Banyak yang jadi sukses karena tidak memakai iman, misalkan menjadi kaya karena korupsi. Sukses, tapi hubungan dengan Tuhan terganggu. Sukses, tapi menjadi ancaman bagi orang lain. Sukses namun jadi bencana bagi yang lain.

Oleh karena itu, mari kita teliti apakah yang kita raih selama ini berasal dari Tuhan atau iblis? Kesuksesan yang kita raih mendekatkan kepada Tuhan atau sebaliknya?

Di pihak lain, kegagalan yang kita alami bukan berarti kurang iman; mungkin karena kita berpegang teguh pada iman kita. 

Orang-orang yang memilih untuk kehilangan kesempatan meraih sukses daripada kehilangan kemesraan dengan Tuhan adalah sungguh-sungguh cerminan orang yang hidup penuh berkat!

#SalamWelasAsih

NB: jika merasa diberkati dengan renungan ini, kirimkan ke saudaramu yang lain

Kembali Keatas